REKRUT LULUSAN LPTK-PTK KOMPETEN, AGAR LULUSAN SMK TERSTANDAR


Jumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terus bertambah dari sekitar 6.000 tahun 2008 menjadi 13.552 pada November 2016. Sayangnya, pertambahan yang sangat massif tersebut tidak disertai dengan penyiapan gurunya dengan baik. Tidak ada koordinasi antara lembaga terkait, karena masing-masing berjalan sendiri-sendiri dengan egonya masing-masing.

 

“Kondisi ini memaksa kita berpikir holistik, komprehensif dan tidak terkotak-kotak tentang pendidikan kejuruan/vokasi. Lahirnya Kepres Nomor 9 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Kebijakan Satu Peta (KSP) pada Tingkat Ketelitian Peta Skala 1:50.000 dapat menjadi payung untuk mewujudkan pemikiran lama yang bagus,” kata Ketua Asosiasi Dosen dan Guru Vokasional Indonesia (ADGVI) Jawa Barat Dr. Dadang Hidayat Martawijaya, M.Pd., di Bandung, Selasa (8/11/2018).

Itulah sebabnya, dosen pada Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (FPTK) ini menekankan pentingnya meningkatkan jumlah dan kualitas guru keterampilan pada sekolah vokasi. Gagasan memperbaiki pendidikan vokasional ini ia sampaikan pada Rembuk Nasional 2016 dalam rangka dua tahun pemerintahan Jokowi-JK di Grand Sahid Jaya, Jakarta, belum lama ini.

Rembuk Nasional bidang Pembangunan Manusia dan Pendidikan Vokasi ini dihadiri sekitar 100 orang yang terdiri atas praktisi, pegiat, pelaku usaha, kepala sekolah dan akademisi. Peserta dipilih dari berbagai organisasi Kadin dan Apindo. Rembuk Nasional sendiri dihadiri Menko Polhukam Wiranto; Menteri Sekretaris Negara Prof. Dr. Pratikno, M.Soc. Sc.; Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP;  Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri; dan para pejabat di lingkungan Kemdikbud dan Menristek Dikti.

 

Sumber: Berita UPI



Comments



Show Comments